Trading di broker XM, Exness, Oanda, Rakuten Securities Australia, XTB, dan Tickmill



Logo broker XM, yang merupakan broker forex pertama saya
Cerita trading forex di broker XM, Exness, Oanda, Rakuten Securities Australia, XTB, dan Tickmill - Nah, ini merupakan kelanjutan cerita saya yang sebelumnya trading di dunia opsi biner hehehe.

Btw karena tertarik dengan forex langsung saja saya mulai belajar mulai dari dasarnya, memilih broker, dan juga belajar penggunaan platform trading (seperti metatrader).

Akhirnya jatuh juga pilihan mencoba broker, dan yang saya coba pertama kali ialah XM (xe market). XM sendiri cukup enak untuk trading saat itu, dimana ordernya cepat tereksekusi. Saya merasakan perbedaan yang signifikan dari pada saat trading forex di broker OlympTrade.

Alasan logis saat itu saya memilih broker XM, yaitu karena Alexa ranknya yang tipis, dan terlihat bagus. Hehehe dan juga banyak membernya dari Indonesia, dan disamping itu saya melihat bahwa broker ini telah terregulasi oleh FCA, CySEC dan ASIC (pada saat itu tidak paham tentang regulator tersebut wkwk).

Seperti saat trading di binary, trading di XM saya juga dengan modal secukupnya dan sedikit-sedikitnya. Saya sempet mencoba beberapa kali deposit dan sering terkena Margin Call.

Btw karena alasan sering MC diakun standar/mini nya XM, kemudian mencoba jenis akun yang lain yaitu akun Ultra Low. Untuk akun ultra low, saya deposit lumayan karena jumlah deposit minimum 50 USD. Namun dibalik deposit yang lumayan menguras ternyata spread di ultralow ini sangat tipis (walaupun tidak setipis di akun Zero yang menerapkan komisi hehehe).

Saya kemudian deposit diakun tersebut lalu saya trading dan ternyata lumayan ada perubahan dan bisa profit sedikit demi sedikit. Namun ternyata saya asal mencoba trading di spot lain (saat itu OIL WTI) dimana di spot tersebut saya terkena MC wkwkwk

Karena bosan memakai broker tersebut saya akhirnya langsung mencoba broker lain, yaitu: Rakuten Securities Australia dan Oanda.

oanda logo broker kredibel
Logo broker forex Oanda

Alasan memilih kedua broker tersebut yang jelas bahwa Oanda itu bisa dibilang rajanya regulasi dimana hampir semua regulasi yang bonafid Oanda memilikinya, termasuk juga regulasi asal Amerika Serikat yang bisa dibilang sangat susah untuk mendapatkannya (NFA dan CFTC) juga dimiliki oleh Oanda.

Disamping itu alasan memilih broker Oanda, yaitu karena saya mendengar bahwa broker tersebut tersedia opsi deposit via PayPal. Jadi, saya memilih broker tersebut karena kebetulan ada saldo Paypal hasil dari nge-Blog wkwk.

Sedangkan alasan saya memilih Rakuten Securities Australia, karena sudah teregulasi ASIC, dan bisa dibilang RSA ini juga termasuk bisa dipercaya karena mensposori klub sepakbola asal Spanyol, yaitu Barcelona CF.


broker rakuren secutities australia
Logo broker Rakuten Securities Australia


Disamping itu, RSA juga merupakan cabang dari Rakuten Securities Japan, yang sudah teregulasi FSA Japan, dan termasuk broker terkenal di Asia Timur (khususnya di negara Jepang).

Untuk pendaftaran di RSA cukup cepat, dan untuk depositnya juga mudah karena bisa langsung transfer bank via internet banking (paytrust88), hampir mirip deposit Olymptrade. Namun untuk opsi deposit via Fasapay tidak tersedia.

Nah, untuk pendaftaran dibroker Oanda cukup ribet dan bisa dibilang paling ribet diantara broker lain yang pernah saya coba selama ini.

Selain waktu registrasi banyak sekali pertanyaan yang memakai Bahasa bule (karena situs Oanda tidak mendukung Bahasa Indonesia), akhirnya sambil memahami sedikit demi sedikit selesai juga. Btw buset dah dah, mirip kayak wawancara saat daftar di Oanda karena ribet-ribet dan ribet.

Ternyata tidak sampai disitu saja, setelah itu harus menunggu di verifikasi dan juga upload ID (KTP) dan juga (dokumen yang menyatakan alamat tinggal) Bank E-Statement. Setelah menunggu waktu yang lama karena CS nya Oanda bisa saya bilang kurang responsif.

Setelah mengunggu, eh ternyata dokumen ditolak karena dokumen menggunakan Bahasa Indonesia. Jadi harus translate dulu. Saya kemudian mentranslate dokumen tersebut dan kemudian saya upload dan kirim hasil translatenya setelah saya buat.

Dan ternyata setelah saya kirim hasil translate ternyata yang diminta ialah Translate hasil terjemahan tersumpah. Sehingga dokumen saya ditolak lagi, wtf!

Dan mereka merekomendasikan terjemahan tersumpah dari Anindyatrans. Karena terobsesi saya akhirnya menggunakan jasa translate Anindyatrans tersebut dan ternyata terkena uang hampir 200 ribu rupiah untuk menterjemahkan ktp tersebut.

Rupanya, saya kira terjemahannya akan berbeda, dan ternyata hampir sama seperti yang saya lakukan di Google Translate wkwkw, Cuma bedanya kalau terjemahan tersumpah ada cap dan tanda tangan orang yang menterjemahkah.

Setelah menunggu order sekitar sehari-dua hari, langsung saya mendapat hasil translatenya yang dikirim via email, dan kemudian saya langsung upload ke situs Oanda tersebut.

Beberapa hari kemudian, verifikasi akun saya diterima dan siap untuk deposit/fund akun.

Dan ini dia yang membuat saya sangat kecewa, ternyata opsi PayPal di Oanda tidak ada. Setelah saya lihat ternyata PayPal hanya support di Oanda yang basis di Singapura. Sedangkan entah mengapa akun saya masuknya di Regional Australia yang diregulasi oleh ASIC dan ternyata tidak tersedia opsi deposit PayPal.

Saya kecewa saat itu dan kirim email sampai beberapa kali ingin pindah ke yang cabang Singapura, dan ternyata mendapat balasan yang serupa dimana bahwa klien dari Indonesia masuknya ke regulasi Australia. Saya kaget juga soalnya saya melihat diforum indo mt5 katanya ada yang daftar di Oanda dan dimasukkan ke region SG.

Cukup sampai disitu saya bersama Oanda wkwk mungkin lain kali jika mau deposit sangat besar baru berminat lagi wkwk.

Setelah mendaftar di Oanda, saya juga mendaftar di broker lain, kali ini broker yang asalnya dari Polandia, yaitu XTB.


logo broker xtb
Logo broker XTB


Pada broker XTB awalnya saya tertarik juga karena banyak yang review bahwa broker ini merupakan broker yang bisa menerima deposit via PayPal. Saya langung daftar di broker ini dan ternyata saya sangat suka dengan broker ini (bahkan sampai tulisan ini dibuat saya masih aktif menggunakan broker ini).

Yang saya salut dari broker ini yaitu sangat cepat respon CS nya, pada awal saya daftar, saya ditolak karena KTP saya tidak valid dimana telah kadaluwarsa. Saya diminta upload dokumen lain tetapi saya bilang tidak ada, kemudian saya si suruh email dan menjelaskan masalahnya.

Kemudian saya email ke CS XTB dan menjelaskan jika e-KTP di Indonesia masih tetap valid walaupun masa berlaku sudah tidak aktif, dengan menyertakan lamiran ktp dan bank statement saya (yang Bahasa Inggris yang sebelumnya digunakan untuk mendaftar di Oanda) serta mengirimkan link situs berita yang menjelaskan ektp masih valid walaupun expired.

Dan kemudian, akhirnya status akun saya diverifikasi. Dan setelah saya buka deposit ternyata PayPal sudah tidak tersedia. Karena tidak tersedia hilang dan niat saya deposit menggunakan PayPal. Dan saya kemudian membuat akun Neteller untuk deposit di broker ini sampai saat ini.

Btw, saya sangat tertarik dengan broker ini karena platform xStation Mobilenya yang sangat pas sekali dengan saya hehe, disamping itu tersedia kalkulator trading langsung diplatform dimana saya merasa platform ini sangat bagus.

Jika dibandingkan dengan platformnya Oanda (fxTrade) jujur saya lebih memilih platformnya XTB (xStation). Tetapi nilai plus di platformnya Oanda yaitu adanya timeframe dibawah 1 menit.

Sampai saat ini saya masih menggunakan XTB hehe, walaupun di Indonesia ini broker mungkin banyak orang yang tidak tahu, namun saya sangat senang trading di broker ini. Bahkan salah satu situs forex (Investopedia) dan juga Brokerchooser yang menilai XTB broker yang sangat bagus dan the best CFD broker.

Akhirnya impian menggunakan balance akun PayPal raib sudah, dan akhirnya saldo tersebut dicairkan ke rekening bank dan untuk modal trading juga intinya wkwk. Setelah dicairkan agak menyesal juga tenyata broker True ECN yang paling terkenal di Australia ( IC Markets) ternyata support deposit via PayPal wkwkwk.

Oh Iya hampir lupa. Saya juga punya pengalaman saat trading di Broker Exness. Saya sempat mencoba Exness karena saya kira ini broker memang sedang naik daun di Indonesia. Saya mencoba di Exness tidak begitu lama ya, tetapi pernah mencoba banyak akun dan berganti-ganti email juga.

logo broker exness
Logo broker Exness


Ngomong-ngomong broker Exness sendiri merupakan broker yang saya nilai termasuk bagus dari segi pelayanan CS nya maupun eksekusi ordernya hanya saja tampilan websitenya saya kurang begitu suka wkwkw.

Btw, di broker Exness ini adalah broker pertama saya merasakan withdraw. Hehehe. Iya, disini saya pernah merasakan WD pertama kali dan saya kaget juga bahwa WD di Exness secepat kilat.

Bisa dibilang bahwa WD nya itu instan karena kita hanya masukkan jumlah yang akan di WD, kemudian saya dapat sms ke no.telp saya tentang request WD, dan saat itu juga dollar langsung mendarat di akun fasapay saya (saat itu saya masih menggunakan fasapay).

Untuk di Exness sendiri saya pernah mencoba juga hal yang menurut saya unik, dimana kita bisa trading dengan saldo Rupiah. Saya pernah mencobanya dengan membuat akun balance IDR dan juga deposit via Fasapay IDR, dan ternyata bisa dibilang lebih efisien karena tidak terkena biaya exchanger hehe.

Setelah trading di Exness saya fokus lagi di broker XTB dimana broker ini merupakan broker yang menurut saya sangat cocok dengan saya hehe, (saya bukan IB broker ini lho). Lagi-lagi respon CS di broker XTB ini sangat cepat, saat saya ingin mengubah leverage juga dilayani dengan cukup cepat oleh CS nya.

Untuk mengubah leveragenya harus lewat CS karena di Client Areanya tidak tersedia menu ubah leverage.

Untuk kedepannya saya tidak tahu apakah broker ini bagus atau tidak tetapi saya memang belum melihat apakah broker ini bagus atau tidak saat WD (karena saya belum pernah WD dibroker ini) karena sering loss wkwk.

Tetapi yang saya tahu untuk WD di broker ini lumaya menguras karena jika WD kurang dari 100 USD akan dikenai komisi 30 USD, namun jika diatas 100 USD biayanya gratis. Hore….wkwkkw

Namun ini dia masalahnya lagi, bahwa broker ini hanya bisa WD melalui wire transfer dimana biaya bank pengirim broker tanggung, namun biaya bank penerima (bank kita) itu tetap dibebankan ke kita…wkwk

Nah, itu mungkin salah satu alasan nantinya saya jika ingin meninggalkan broker XTB ini, hehe karena selain WD hanya bisa lewat bank wire (yang memotong biaya lumayan), spread dibroker ini juga termasuk tebal.

Maka dari itu, walaupun saya merasa cukup enjoy di broker ini namun lama-lama stress juga karena spreadnya besar dan juga sering melebar (mirip-mirip kayak spread di broker Oanda) yang kadang-kadang bisa melar.

Nah, belakangan ini saya juga mencoba-coba broker lagi, dan akhirnya saya mencoba di broker Tickmill.


tickmill spread rendah
Logo broker Tickmill


Pilihan Tickmill karena paling murah dari segi komisi. yaitu sebesar 4 USD/lot (setiap open posisi). Nah, di Tickmill sendiri initial depositnya yaitu 100 USD.

Di broker Tickmill, walaupun komisinya rendah namun Spreadnya bisa bersaing. Bahkan jika di lihat total biaya spread + komisi di broker Tickmill untuk pair EUR/USD dan XAU/USD lumayan hemat biaya..wkwk

Perlu di ketahui bahwa pair tersebut merupakan salah satu pair favorit para trader di Indonesia. Entah percaya atau ga percaya bahwa pair tersebut (khususnya Gold) paling sering dianalisa oleh orang-orang di grup-grup forex manapun wkwk.

Tapi jujur, saya sendiri belakangan ini malah tradingnya kebanyanyakan di Index. Btw ternyata di Index itu pergerakkannya seseram Gold… hahaha.

Nah, dibroker Tickmill ini cukup populer di Indonesia, karena terjangkau dan termasuk mudah untuk deposit/withdraw. Tetapi sayangnya untuk region Indonesia entah mengapa tidak bisa memilih Tickmill yang FCA regulated dan hanya bisa melakukan pendaftaran di bawah regulasi CySEC  dan FSA SC.

Padahal saya coba iseng menggunakan negara Jepang bisa lho dibawah regulasi FCA. Entah mengapa untuk negara Indonesia saya coba tidak bisa melakukan pendaftaran yang diregulasi FCA.

Walaupun broker  ini cukup terkenal di Indonesia, tetapi untuk keamanan dana sebenarnya tidak bisa dijamin  penuh karena termasuk termasuk broker offshore (walaupun beberapa broker yang disebutkan diatas juga offshore). Tetapi tidak bisa disangkal jika broker ini merupakan broker rekomendasi walaupun jika dilihat dari segi umur, broker ini termasuk broker yang masih muda.

Oh Iya, singkat cerita dibroker ini juga broker tempat bernaungnya para akun trader yang dulunya berada di broker Armada markets. Armada markets sendiri merupakan salahsatu broker yang cukup populer dan saat ini kabarnya hanya melayani trader institusional.

Itulah beberapa broker yang pernah saya coba buat akun secara real. Untuk selanjutnya, jika saya akan mencoba broker lagi mungkin akan saya buat postingannya lagi diblog ini ya...Btw, untuk saat ini saya sedang tertarik oleh beberapa broker, diantaranya: FP Markets, IC Markets, CircleMarkets, dan Z.com Trade.

Tetapi karena saat ini masih nyaman trading di broker-broker yang telah disebutkan diatas, khususnya XTB, saya tutup dahulu niat untuk mendaftar dibroker yang lain...hehe.

Btw, untuk di Indonesia sendiri kebanyakan broker-broker itu menyediakan cabang dinegara offshore, misalnya di negara Belize, Malta,Seychelles ataupun di Cyprus. Mungkin karena dinegara tersebut mereka bisa mengembangkan bisnisnya dimana pajak dinegara tersebut mudah, untuk mendapatkan regulasi tidak terlalu ribet (tidak harus kapital besar), dan juga ada beberaa aturan yang lebih leluasa, misalnya boleh menggunakan leverage lebih radi 50:1, boleh hedging, dan tidak terikat aturan FIFO.

Maka dari itu jangan heran jika broker yang besar dan bonafidpun sekarang juga mengikuti jejak untuk membangun cabang dinegara offshore. Yang perlu kita perhatikan juga yang jelas ialah terdaftar regulasi di negara offshore tersebut. Jadi, broker dinegara offshore ada keuntungannya sendiri sih menurut saya walaupun dari segi keamanan memang tidak seketat aturan FCA UK yang berani memberikan kompensasi sampai 50,000 USD kepada klien apabila broker yang bersangkutan mengalami kebangkrutan.

Terimakasih telah membaca cerita yang membosankan ini. Tetapi bisa dijamin bahwa cerita ini merupakan cerita yang benar-benar saya alami sendiri dan hanya opini semata...hehehe.

Belum ada Komentar untuk "Trading di broker XM, Exness, Oanda, Rakuten Securities Australia, XTB, dan Tickmill "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel